Minggu, 05 April 2026
Contact Us

Garda Revolusi Iran Ancam Bunuh Netanyahu di Tengah Eskalasi Konflik

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan akan terus memburu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah rangkaian serangan militer yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah wilayah Iran sejak 28 Februari.

“Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus memburu dan membunuhnya dengan kekuatan penuh,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip dari media resmi mereka, Sepah News.

Menurut laporan yang beredar di media Iran, serangan militer tersebut disebut menewaskan lebih dari 2.000 orang di Iran, termasuk sejumlah pejabat militer dan tokoh negara.

Salah satu tokoh yang disebut dalam laporan tersebut adalah Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, meskipun klaim tersebut belum mendapat konfirmasi dari sumber independen.

IRGC juga menyinggung serangan rudal yang menghantam sebuah sekolah dasar khusus putri di Kota Minab pada 28 Februari. Insiden itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 160 anak-anak.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak negaranya disalahkan atas serangan tersebut. Ia bahkan menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab dan menyebut insiden tersebut sebagai kesalahan tembak.

Namun pernyataan itu memicu kontroversi setelah beredar rekaman video dan analisis dari sejumlah lembaga yang menyebut rudal yang menghantam sekolah tersebut diduga merupakan jenis Tomahawk, yang diketahui digunakan oleh militer Amerika Serikat.

Serangan militer di sejumlah wilayah Iran tersebut dilaporkan juga menyebabkan jatuhnya korban sipil, termasuk anak-anak.