Minggu, 05 April 2026
Contact Us

Kapolri Beri Atensi Khusus Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Jakarta – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, di Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan Kapolri telah memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus tersebut serta segera mengungkap pelaku yang terlibat.

“Bapak Kapolri telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini,” ujar Isir dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat (13/3).

Menurutnya, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Polisi juga mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) guna membantu proses penyelidikan.

Selain itu, penyidik telah membuat laporan polisi model A sebagai dasar pengusutan perkara. Kasus tersebut diselidiki dengan dugaan tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam Pasal 467 ayat 2 dan atau Pasal 468 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Isir menambahkan, Kapolri juga memerintahkan jajaran kepolisian dari tingkat Polres hingga Bareskrim Polri untuk memberikan asistensi dalam proses pengungkapan kasus.

“Dilakukan backup oleh Polda Metro Jaya maupun dari Bareskrim Polri,” katanya.

Sebelumnya, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di kawasan Jalan Salemba I – Talang, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3) sekitar pukul 23.30 WIB.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menjelaskan insiden tersebut terjadi setelah Andrie menghadiri sebuah acara podcast bertema Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Berdasarkan rekaman CCTV, dua pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor terlihat mendekati korban. Salah satu pelaku yang duduk di belakang kemudian diduga menyiramkan cairan ke arah korban sebelum melarikan diri.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar serius di beberapa bagian tubuh, termasuk tangan, wajah, dada, serta area mata. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen,” ujar Dimas.Ia juga menyebut pelaku berjumlah dua orang yang menggunakan satu sepeda motor jenis matic, diduga Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021.

Salah satu pelaku disebut mengenakan kaos kombinasi putih dan biru, celana panjang gelap diduga berbahan jeans, serta helm hitam. Sementara pelaku lainnya menggunakan penutup wajah berwarna hitam, kaos biru tua, dan celana panjang biru yang dilipat pendek.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta motif di balik penyerangan tersebut.