Minggu, 05 April 2026
Contact Us

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Naik Penyidikan, Foto Terduga Pelaku Yang Viral Dipastikan AI

Jakarta – Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, resmi naik ke tahap penyidikan oleh kepolisian.

Kepastian tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra yang menyebut status perkara telah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.

“Betul, sudah naik sidik,” ujar Roby saat dikonfirmasi, Sabtu (14/3/2026).

Meski demikian, hingga kini penyidik masih berfokus mengidentifikasi dan memburu pelaku. Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Roby menjelaskan penetapan tersangka baru dapat dilakukan setelah perkara masuk tahap penyidikan dan didukung alat bukti yang cukup.

“Iya, penetapan tersangka harus naik sidik dulu,” katanya.

Dalam proses penyidikan, polisi saat ini menelusuri identitas pelaku yang aksinya terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

“Identitas pelaku masih dalam penyidikan,” ujar Roby.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri juga menegaskan penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kasus tersebut.

“Masih dilakukan pendalaman. Anggota saya masih bekerja, doakan saja bisa terungkap dengan cepat,” kata Asep saat meninjau arus mudik di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu (14/3/2026).

Di tengah proses penyidikan, beredar foto yang diklaim sebagai wajah terduga pelaku di media sosial X. Foto tersebut diunggah oleh akun bernama @Robe1807 yang mendesak kepolisian segera menangkap pelaku.

Gambar yang beredar menampilkan dua pria berboncengan sepeda motor. Pengendara di depan terlihat mengenakan topi biru muda dan helm hitam, sedangkan pria di belakang memakai kemeja biru tua tanpa helm.

Namun polisi memastikan gambar tersebut telah diproses menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurut Roby, penggunaan AI untuk memperjelas wajah pelaku justru berpotensi mengganggu proses penyidikan karena dapat mengaburkan ciri-ciri asli pelaku.

“Itu AI. Kami terganggu dengan editing foto ini karena dapat mendistrak ciri-ciri pelaku sebenarnya,” ujarnya.

Polisi juga menemukan sejumlah kejanggalan pada gambar tersebut. Salah satunya pada bagian bahu kanan pengendara yang tampak seperti membawa tas ransel, namun tidak terlihat tas pada bagian punggungnya.

Selain itu, bentuk tangan yang terlihat mengepal di bagian pinggang pengendara dinilai tidak wajar.

Meski demikian, kepolisian saat ini memprioritaskan pengungkapan pelaku penyiraman air keras dibanding menelusuri pihak yang mengunggah foto hasil editan AI tersebut.

Sebelumnya, Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I–Talang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Saat itu korban sedang mengendarai sepeda motor ketika dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor mendekati korban.

Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh, antara lain tangan, wajah, dada, serta mata.