Makassar – Sebanyak 5.268 personel gabungan dikerahkan dalam pengamanan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi Ketupat 2026 di wilayah Sulawesi Selatan. Operasi tersebut digelar untuk mengamankan perayaan Idulfitri dan aktivitas masyarakat selama periode mudik.
Operasi akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Kapolda Sulawesi Selatan Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan ribuan personel yang dilibatkan berasal dari berbagai unsur, baik Polri, TNI maupun instansi terkait.
“Operasi ini melibatkan 5.268 personel gabungan yang terdiri dari 2.583 personel Polri, 546 personel TNI, serta 2.139 personel dari berbagai instansi terkait,” ujar Djuhandhani dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Tahun 2026 terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Hotel Harper Makassar, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, untuk mengoptimalkan pengamanan, personel akan ditempatkan pada 108 pos yang tersebar di berbagai wilayah.
Pos tersebut terdiri dari 61 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 25 pos terpadu.
Menurutnya, pos-pos tersebut akan difungsikan untuk mendukung pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama masa operasi.
Sejumlah titik strategis menjadi fokus pengamanan, antara lain masjid, tempat wisata, pusat hiburan, terminal, pelabuhan, serta bandara.
Djuhandhani berharap melalui rapat koordinasi lintas sektoral tersebut seluruh pihak dapat memperkuat sinergi dan menyamakan langkah dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
“Melalui rapat koordinasi ini kita menyatukan persepsi serta membahas langkah strategis yang akan dilaksanakan agar operasi yang akan digelar dapat berjalan optimal,” ujarnya.


