Minggu, 05 April 2026
Contact Us

Tiga WNI Hilang Usai Ledakan Tug Boat Musaffah 2 di Selat Hormuz

Horizon.id – Tiga warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan hilang setelah kapal tug boat Musaffah 2 mengalami ledakan dan tenggelam di perairan Selat Hormuz, wilayah perbatasan antara Persatuan Emirat Arab (PEA) dan Oman.

Salah satu korban yang masih dalam pencarian adalah Miswar Paturusi, kapten kapal yang berasal dari Desa Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Keluarga Miswar mengetahui kabar insiden tersebut dari rekan kerja korban pada Jumat (6/3) sekitar pukul 10.00 WITA.

Sebelumnya, komunikasi terakhir antara Miswar dan keluarganya terjadi pada Rabu (4/3). Saat itu ia sempat memberi kabar kepada istrinya bahwa dirinya akan melakukan perjalanan menuju lokasi kerja.

Pada Kamis (5/3), Miswar diketahui masih sempat membuka pesan yang dikirim anaknya melalui aplikasi percakapan. Namun ia tidak sempat membalas pesan tersebut sebelum akhirnya hilang kontak.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan kapal berbendera Persatuan Emirat Arab tersebut mengalami ledakan sekitar pukul 02.00 waktu setempat sebelum akhirnya terbakar dan tenggelam. Hingga kini penyebab ledakan masih diselidiki oleh otoritas setempat.

“Pada 6 Maret 2026, Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat menerima laporan mengenai insiden yang menimpa tug boat Musaffah 2 berbendera Persatuan Emirat Arab,” kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni.Kapal Musaffah 2 diketahui diawaki tujuh orang kru yang berasal dari Indonesia, India, dan Filipina.

Dari jumlah tersebut, empat awak kapal berhasil selamat. Salah satu di antaranya merupakan WNI yang mengalami luka bakar dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit di Kota Khasab, Oman.

Sementara itu, tiga WNI lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim penyelamat.

Pemerintah Indonesia melalui KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat terus berkoordinasi dengan otoritas setempat serta perusahaan operator kapal, Safeen Prestige, untuk mempercepat proses pencarian korban.