Minggu, 05 April 2026
Contact Us

Ketua BMI Ajak Publik Menarik Hikmah dari Insiden Penembakan Remaja di Makassar, Tekankan Pentingnya Menghormati Proses Hukum

Makassar,

Makassar – Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI) Muhammad Zulkifli menyampaikan pandangannya terkait peristiwa meninggalnya seorang remaja berusia 18 tahun, Bertran Eka Prasetyo, akibat luka tembak yang melibatkan oknum anggota kepolisian di Kota Makassar.

Menurut Zulkifli, peristiwa yang terjadi pada Minggu pagi, 1 Maret 2026 tersebut menjadi perhatian luas masyarakat. Ia menilai kejadian tersebut perlu disikapi secara bijak dengan tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang beredar, kejadian bermula saat seorang anggota kepolisian dari Polsek Panakkukang yang baru saja menyelesaikan tugas patroli malam menerima laporan mengenai adanya konvoi sekelompok remaja dalam jumlah besar yang diduga berpotensi melakukan aksi ugal-ugalan di jalan.

Situasi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar, mengingat dalam beberapa waktu terakhir Kota Makassar kerap diwarnai dengan aksi konvoi remaja yang berujung bentrok kelompok.

Atas laporan tersebut, anggota kepolisian yang bersangkutan memutuskan menuju lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

Zulkifli juga menyinggung rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial yang memperlihatkan adanya aksi saling serang di jalan oleh sekelompok remaja. Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah tindakan yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.

Dalam upaya membubarkan kerumunan tersebut, anggota kepolisian dilaporkan sempat mengeluarkan tembakan peringatan. Namun dalam situasi yang terjadi secara cepat dan dinamis, insiden penembakan yang mengenai korban tidak dapat dihindari.

Korban kemudian segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Zulkifli menyampaikan bahwa saat ini anggota kepolisian yang terlibat telah diproses secara hukum dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Sejumlah barang bukti juga telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan, termasuk rekaman CCTV serta berbagai benda yang diduga digunakan dalam aksi kelompok remaja tersebut.

Ia menegaskan bahwa seluruh pihak perlu memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional dan objektif dalam mengungkap fakta sebenarnya.

“Proses hukum harus dihormati oleh semua pihak. Penegakan hukum yang transparan dan profesional menjadi kunci untuk memastikan keadilan bagi semua pihak,” ujarnya.

Zulkifli juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memperkeruh situasi, termasuk ajakan dari kelompok tertentu yang mencoba memanfaatkan peristiwa ini untuk memicu aksi anarkis.

Menurutnya, kejadian tersebut seharusnya menjadi momentum refleksi bersama, baik bagi aparat maupun masyarakat.

Ia menilai aparat kepolisian perlu semakin berhati-hati dalam penggunaan senjata api di lapangan. Di sisi lain, peran keluarga dan masyarakat juga dinilai penting dalam mengawasi aktivitas remaja agar tidak terlibat dalam aksi yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Aparat harus semakin profesional dalam menjalankan tugas, sementara masyarakat juga perlu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terlibat dalam aktivitas yang berisiko,” kata Zulkifli.

Di akhir pernyataannya, Zulkifli menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap proses hukum yang berjalan dapat memberikan keadilan serta mencegah peristiwa serupa terjadi di masa mendatang.