Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan pandangan Islam mengenai bagaimana seorang Muslim seharusnya bersikap terhadap pemerintah, khususnya dalam menyampaikan kritik yang kini sering menjadi konten di media sosial.
Penjelasan tersebut disampaikan saat berbincang dengan stand up comedian Pandji Pragiwaksono dalam podcast Kasisolusi Podcast.
Dalam diskusi tersebut, Ustaz Khalid menyampaikan beberapa prinsip penting yang dapat menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menyikapi pemerintah.
Pentingnya Keberadaan PemimpinUstaz Khalid mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib yang menegaskan bahwa dalam sebuah komunitas harus ada pemimpin.
Pemimpin bisa saja seorang yang saleh atau memiliki kekurangan, namun keberadaannya tetap penting. Dengan adanya pemimpin, roda pemerintahan dapat berjalan, keamanan terjaga, aktivitas ekonomi berlangsung, dan masyarakat dapat beribadah dengan tenang.
Adab Mengkritik PenguasaMenurut Ustaz Khalid, Islam memberikan pedoman jelas dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah. Umat Islam tetap wajib mematuhi aturan negara selama tidak bertentangan dengan ajaran agama. Contohnya adalah mematuhi rambu lalu lintas atau aturan administrasi yang berlaku.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk mendoakan pemimpinnya. Jika pemimpin mendapatkan hidayah dan menjalankan tugas dengan baik, maka manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh rakyat.
Dalam menyampaikan kritik, metode yang dianjurkan adalah secara langsung dan tertutup. Cara ini dinilai lebih menjaga wibawa pemimpin serta menghindari potensi fitnah atau kegaduhan di tengah masyarakat.
Ustadz Khalid juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang santun. Kritik seharusnya disampaikan dengan retorika yang baik, bukan dengan hinaan atau kata-kata yang merendahkan.
Hukum Penghasilan dari Konten KritikMenanggapi pertanyaan tentang penghasilan dari konten yang mengkritik pemerintah, Ustaz Khalid menjelaskan bahwa hal tersebut dapat dibolehkan selama memenuhi beberapa syarat. Kritik harus disampaikan dengan data yang valid, menggunakan bahasa yang edukatif, dan tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.
Namun ia mengingatkan bahwa konten yang dibuat seseorang mencerminkan karakter pembuatnya. Jika sebuah konten berisi hinaan, provokasi, atau hanya bertujuan mencari perhatian, maka hal tersebut menunjukkan kualitas rendah dari pembuatnya dan berpotensi menimbulkan dampak negatif di masyarakat.
Kritik sebagai Upaya Mendidik MasyarakatDalam diskusi yang sama, Pandji menyampaikan bahwa kritik yang ia sampaikan sering kali bertujuan untuk mengedukasi masyarakat. Ia menilai bahwa kualitas pemimpin juga dipengaruhi oleh kualitas masyarakatnya.
Karena itu, menurutnya, upaya memperbaiki masyarakat menjadi bagian penting untuk melahirkan pemimpin yang lebih baik di masa depan.
Secara umum, Islam tidak melarang kritik terhadap pemerintah. Namun Islam menekankan pentingnya adab, cara penyampaian, serta tujuan dari kritik tersebut. Kritik yang konstruktif dan disampaikan secara santun dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap bangsa, sementara cacian di ruang publik justru berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi stabilitas sosial dan keamanan.