Minggu, 05 April 2026
Contact Us

Kapolri Bentuk Posko Pengaduan Kasus Andrie Yunus, Janji Sampaikan Perkembangan Secara Berkala

Horizon.id — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri akan membuka posko pengaduan terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Langkah tersebut dilakukan untuk memfasilitasi masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut agar dapat menyampaikan laporan secara langsung kepada kepolisian.

“Kami juga akan membuat posko pengaduan. Sehingga masyarakat yang mengetahui informasi dapat memberikan laporan langsung ke posko tersebut,” ujar Sigit saat ditemui di Stasiun Surabaya Gubeng, Minggu (15/3/2026).

Kapolri mengimbau masyarakat tidak ragu memberikan keterangan kepada pihak kepolisian. Ia memastikan identitas dan keamanan masyarakat yang memberikan informasi akan dilindungi.

“Seluruh informasi yang diberikan masyarakat yang membantu kami akan mendapatkan jaminan perlindungan,” kata Sigit.

Ia menambahkan bahwa jajaran kepolisian dari Mabes Polri hingga Polda Metro Jaya saat ini terus bekerja melakukan penyelidikan dengan pendekatan scientific crime investigation.

Menurutnya, perkembangan penanganan perkara tersebut akan disampaikan kepada publik secara berkala.

“Setiap ada perkembangan dari hasil pengumpulan informasi yang kami dapat, akan kami informasikan melalui Humas Polri,” ujarnya.

Sebelumnya, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal saat melintas di kawasan Salemba, Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB setelah Andrie menghadiri kegiatan podcast bertajuk Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius pada beberapa bagian tubuh, antara lain tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata.

Berdasarkan keterangan awal, pelaku diduga berjumlah dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor.

Salah satu pelaku disebut mengenakan kaus kombinasi putih dan biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm hitam. Sementara pelaku lainnya menggunakan penutup wajah berwarna hitam, kaus biru tua, dan celana panjang biru yang dilipat.