Makassar — Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Jumat (4/9/2026), berujung ricuh dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Berlawanan menggelar aksi dengan mengenakan pakaian serba hitam. Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kebijakan pemerintah, di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
Namun, jalannya aksi turut diwarnai tindakan yang berdampak langsung terhadap pengguna jalan. Massa sempat menahan truk kontainer di badan jalan dan membakar dua ban di tengah kepadatan lalu lintas pada jam pulang kantor.
Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan mengular dari arah Fly Over menuju pertigaan Jalan AP Pettarani–Jalan Sultan Alauddin. Aparat kepolisian dari Polsek Rappocini kemudian melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurangi kepadatan kendaraan.
Situasi semakin memanas pada malam hari. Sekitar pukul 20.00 WITA, terjadi kericuhan di depan Menara Pinisi UNM. Sejumlah mahasiswa terlibat saling lempar dengan pengguna jalan, sementara massa kembali membakar ban bekas di ruas Jalan Pendidikan.
Sejumlah pengendara, termasuk pengendara yang mengenakan jaket ojek online, terlihat berupaya menjauhkan massa dari ruas jalan. Aparat kepolisian kemudian berada di lokasi untuk mengendalikan situasi. Masyarakat pun diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh potongan video maupun narasi yang beredar di media sosial. Informasi mengenai aksi dan kericuhan perlu dilihat secara utuh agar tidak memperbesar ketegangan antara massa aksi, pengguna jalan, dan aparat keamanan.


