Minggu, 04 Oktober 2026
Contact Us

Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Siswa SMA 1 Gowa Lapor ke Polresta Gowa

GOWA – Seorang siswa SMA 1 Gowa berinisial JHD diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan secara beramai-ramai oleh sekelompok pelajar di Jalan Basoi Dg Bunga, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Peristiwa tersebut terjadi saat JHD bersama sejumlah teman sekolahnya sedang mengendarai sepeda motor di sekitar Jalan Basoi Dg Bunga untuk mencari bengkel. Namun, di tengah perjalanan, mereka diduga dicegat oleh sekelompok orang yang mengenakan pakaian sekolah.

Dalam kejadian tersebut, JHD bersama rekannya berusaha menghindari kerumunan dan menyelamatkan diri. Namun, korban diduga tetap mengalami tindakan kekerasan dari kelompok tersebut.

Akibat kejadian itu, JHD mengalami sejumlah luka, di antaranya luka lecet pada bagian lutut dan benjolan di kepala. Selain itu, pakaian yang dikenakannya juga mengalami kerusakan akibat aksi kekerasan tersebut.

Usai kejadian, korban kemudian mendapatkan perawatan di RSUD Syekh Yusuf Gowa. Setelah menjalani pemeriksaan dan pengobatan, pihak keluarga selanjutnya membawa persoalan tersebut ke jalur hukum dengan melaporkannya ke Polresta Gowa.

Laporan tersebut tercatat dengan Nomor: LP/B/9/1373/IX/2026/Polresta Gowa/Polda Sulawesi Selatan. Pihak keluarga korban berharap laporan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum serta mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk pihak sekolah, guna mencegah terjadinya aksi kekerasan antarpelajar.

Kepala SMA 1 Gowa, Salis Islamuddin, yang turut mendampingi siswanya saat melapor ke Polresta Gowa, berharap persoalan tersebut dapat menjadi perhatian bersama. Menurutnya, diperlukan langkah koordinasi antara pihak sekolah dan pihak terkait untuk mencegah terjadinya pertikaian antarpelajar yang berpotensi menimbulkan korban.

Sementara itu, terkait dugaan keterlibatan pelajar dari sekolah lain, pihak korban menduga pelaku berasal dari salah satu sekolah di wilayah Sungguminasa. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan aparat kepolisian.

Pihak sekolah juga berharap seluruh persoalan antarpelajar dapat diselesaikan secara bijak dan tidak berkembang menjadi aksi saling serang maupun tawuran. Penanganan lebih lanjut kini diserahkan kepada pihak kepolisian untuk mengungkap kronologi serta identitas para pelaku berdasarkan bukti dan keterangan para saksi.