Sabtu, 03 Oktober 2026
Contact Us

Kapolsek Bontoala Tegaskan Bukan Anggotanya yang Tembak Pemuda di Tallo: Isu Itu Tidak Benar!

MAKASSAR – Kepolisian Sektor (Polsek) Bontoala menepis keras isu yang mengaitkan anggotanya dalam insiden penembakan yang menewaskan Rafli Ramadhani alias Penge (18) di Lorong Almarkaz, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Kapolsek Bontoala, Kompol Abdul Samad, menjamin tidak ada personelnya yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) saat peristiwa berdarah tersebut berlangsung.

Isu keterlibatan aparat sempat merebak pascainsiden penembakan yang disusul oleh aksi susulan berupa penyerangan serta pembakaran kendaraan di posko mitigasi setempat. Menanggapi hal tersebut, Kompol Abdul Samad secara tegas membantah tuduhan yang mengarah pada jajarannya.

“Tidak ada. Tidak ada. Itu tidak benar isunya,” ujar Kompol Abdul Samad saat memberikan konfirmasi terkait dugaan keterlibatan anggotanya, Minggu (27/9/2026).

Ia menjelaskan bahwa pada saat kejadian, seluruh personel Polsek Bontoala tengah terbagi dalam dua tim pengamanan di lokasi berbeda, yakni di kawasan Jalan Bandang dan Jalan Bawakaraeng, bukan di wilayah Kelurahan Lembo.

Kompol Abdul Samad mengungkapkan bahwa dirinya merupakan salah satu pihak yang tiba awal di sekitar kawasan usai menerima laporan gejolak di lokasi. Namun, ia diimbau oleh personel Polsek Tallo untuk tidak memasuki titik rawan karena maraknya ancaman senjata tajam jenis busur panah.

“Saya yang pertama datang, tapi tidak sampai masuk ke lokasi karena ditahan anggota Polsek Tallo yang mengingatkan adanya ancaman busur,” tuturnya.

Untuk memastikan posisi pasukannya, ia langsung melakukan pengecekan via telepon kepada masing-masing komandan kelompok pengamanan. Hasil konfirmasi memastikan seluruh anggotanya berada di ploting pengamanan Jalan Bandang dan Jalan Bawakaraeng.

“Saya telepon anggota, kelompok satu berada di Bawakaraeng dan kelompok dua di Jalan Bandang. Tidak ada yang di lokasi (penembakan). Iya, saya jamin,” tegas Abdul Samad.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban Rafli saat kejadian tengah berkumpul bersama rekan-rekannya di sekitar lorong sebelum penembakan terjadi. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi pelaku serta mengusut tuntas motif di balik aksi penembakan dan perusakan posko mitigasi tersebut guna mengembalikan kondusivitas wilayah Tallo dan sekitarnya.