Sabtu, 03 Oktober 2026
Contact Us

Mencegah Perang Kelompok, Tokoh Masyarakat Tallo dan Bontoala Kompak Ajak Warga Jaga Anak dan Percayakan Keamanan ke Polri

MAKASSAR — Maraknya aksi tawuran dan perang kelompok yang terjadi di Kota Makassar memantik perhatian serius dari berbagai jajaran tokoh masyarakat. Guna mengantisipasi meluasnya dampak konflik sosial tersebut, sejumlah pengurus RT, RW, hingga pemerintah kelurahan dari wilayah Kecamatan Tallo dan Kecamatan Bontoala bersatu menyuarakan imbauan kedamaian kepada seluruh warga.

Wilayah perbatasan antar-kecamatan kerap menjadi area yang merasakan dampak langsung dari perselisihan kelompok. Oleh karena itu, sinergi dan kebersamaan warga sangat diperlukan demi mengembalikan kondusifitas wilayah.

Sejumlah tokoh masyarakat setempat yang terdiri dari Ketua RT 04 RW 04 Kelurahan Bunga Eja Beru (Kec. Tallo), Ketua RT 07 RW 04 Kelurahan Bunga Eja Beru (Kec. Tallo), Ketua RW 03 Kelurahan Baraya (Kec. Bontoala), dan Ketua RT 01 RW 03 Kelurahan Baraya (Kec. Bontoala) secara bersama-sama menyampaikan pesan menyentuh hati kepada masyarakat.

“Tabe keluarga semua warga, selaku tokoh masyarakat memohon kerja sama kita semua untuk sama-sama menjaga situasi yang kondusif demi kebaikan dan keamanan kita bersama. Kita percayakan sepenuhnya keamanan ini kepada jajaran Polri. Jangan ada lagi provokasi dan mari kita bersama-sama menjaga anak-anak kita,” imbau para tokoh masyarakat tersebut.

Senada dengan hal itu, Ketua RW 04 Kelurahan Lembo (Kec. Tallo) menegaskan pentingnya menahan diri agar tidak mudah terpancing isu-isu menyesatkan yang beredar di lapangan maupun media sosial.

“Mari kita percayakan keamanan dan ketertiban ini kepada pihak kepolisian. Jangan kita terprovokasi, karena apapun yang terjadi, kita di daerah wilayah perbatasan ini adalah pihak yang paling berdampak akibat tawuran dan perang kelompok. Jaga anak-anak kita, semoga situasi bisa segera kembali kondusif,” ujarnya.

Dampak dari pertikaian kelompok ini juga dirasakan langsung oleh aparatur pemerintah di tingkat tapak. Lurah Lembo (Kec. Tallo) meminta komitmen penuh dari warga masyarakat untuk saling merangkul dan bahu-membahu menjaga ketenteraman Kota Makassar.

“Mohon kepada seluruh warga agar tidak terprovokasi dengan masalah ini. Mari kita percayakan penanganannya kepada pihak kepolisian. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi yang akan menjaga Kota Makassar? Dampaknya kami di Kelurahan Lembo sangat terasa bersama dengan warga. Jadi mohon kepada seluruh warga, mari kita jaga situasi agar tetap aman dan kondusif. Makassar Aman,” tegas Lurah Lembo.

Melalui imbauan bersama ini, para tokoh mengedepankan dua poin utama bagi seluruh orang tua dan kepala keluarga:

  1. Pengawasan Ketat Anak Remaja: Memastikan anak-anak tidak berada di luar rumah pada jam-jam rawan malam hari agar tidak menjadi korban maupun pelaku bentrokan.
  2. Menolak Provokasi: Tidak mudah percaya pada kabar burung/hoaks dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum serta pengamanan wilayah kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).