Selasa, 04 Agustus 2026
Contact Us

Antisipasi Konflik Agraria, Ditintelkam Polda Sulsel Ajak HMRI Kedepankan Dialog Soal Geotermal

Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta mengantisipasi potensi konflik agraria terkait rencana pengembangan proyek panas bumi (geotermal), Direktorat Intelkam Polda Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan silaturahmi bersama Himpunan Mahasiswa Rongkong Indonesia (HMRI). Kegiatan tersebut berlangsung di Kabupaten Luwu Utara pada Kamis (24/7/2026).

Kegiatan dihadiri oleh IPDA Eddy Saputra Julian, S.AN selaku Panit 2 Subdit Ekonomi Direktorat Intelkam Polda Sulsel, Sdr. Hanzes Suru selaku salah satu pendiri HMRI.

Dalam sambutannya, IPDA Eddy Saputra Julian, S.AN menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang konstruktif antara Polri dengan unsur terkait sebagai salah satu elemen strategis masyarakat dalam menyikapi dinamika yang berkembang terkait rencana pengembangan energi panas bumi di Kabupaten Luwu Utara.

Ia menjelaskan bahwa setiap permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam, termasuk pengembangan geotermal, perlu disikapi secara objektif dengan mengedepankan dialog, keterbukaan informasi, serta penyelesaian sesuai mekanisme hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan agar tidak berkembang menjadi konflik sosial maupun konflik agraria yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami mengajak rekan-rekan HMRI untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam proses pembangunan, namun penyampaiannya diharapkan tetap mengedepankan dialog, musyawarah, serta mekanisme yang sesuai dengan ketentuan hukum,” ujar IPDA Eddy Saputra Julian.

Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar senantiasa menjaga situasi yang aman dan kondusif, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah maupun instansi terkait, serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan perpecahan ataupun konflik di tengah masyarakat.

Sementara itu, Sdr. Hanzes Suru selaku salah satu pendiri HMRI menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan silaturahmi tersebut. Menurutnya, komunikasi yang terbuka menjadi langkah penting dalam membangun pemahaman bersama terhadap berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya terkait rencana pengembangan geotermal di Kabupaten Luwu Utara.

“HMRI berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat secara bertanggung jawab dan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan hukum. Kami berharap komunikasi dan dialog yang telah terbangun dapat terus dilakukan sehingga setiap perbedaan pandangan dapat diselesaikan secara damai serta tidak berkembang menjadi konflik di lapangan,” ungkapnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang membahas berbagai pandangan mengenai rencana pengembangan proyek geotermal di Kabupaten Luwu Utara, termasuk aspek sosial, lingkungan, dan potensi konflik agraria. Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif sebagai upaya memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman, kondusif, dan terkendali.