Minggu, 05 April 2026
Contact Us

Ratusan Driver Ojol Datangi Kampus UNM Makassar Usai Rekannya Diduga Dipukuli Pendemo Mahasiswa, Sejumlah Fasilitas Kampus Rusak

MAKASSAR – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) mendatangi Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis malam (5/3/2026), setelah seorang driver ojol dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh oknum mahasiswa yang sedang melakukan aksi demonstrasi.

Peristiwa tersebut bermula ketika mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dengan memblokir sebagian ruas Jalan AP Pettarani di depan kampus.

Seorang pengemudi ojol bernama Emil mengaku saat itu sedang mengantar pesanan makanan kepada pelanggan. Ia mengatakan telah meminta izin kepada massa aksi agar diberikan akses melintas untuk menyelesaikan pengantaran.

Namun, menurut Emil, permintaan tersebut tidak direspons dan situasi justru berubah menjadi keributan.“Lalu tiba-tiba saya diserang,” kata Emil kepada wartawan di lokasi kejadian.

Emil mengaku selain tidak diizinkan melintas, dirinya juga mengalami pemukulan oleh oknum mahasiswa. Ia juga menyebut sepeda motor miliknya dirusak dalam insiden tersebut.

“Motor dirusak, dihancurkan. Sementara ini baru satu yang diketahui rusak. Tidak tahu kalau ada motor teman-teman lain yang dirusak. Adik saya juga dipukuli, sekarang sementara visum,” ujarnya.

Informasi mengenai pemukulan terhadap driver ojol serta perusakan motor tersebut dengan cepat menyebar di kalangan pengemudi lainnya, terlebih kejadian berlangsung menjelang waktu berbuka puasa.

Rasa solidaritas membuat ratusan driver ojol kemudian berdatangan ke lokasi kejadian di depan kampus UNM.Situasi di lokasi sempat memanas. Sejumlah pengemudi ojol melempar batu ke arah massa mahasiswa yang berada di sekitar area kampus sehingga memaksa para demonstran mundur masuk ke dalam lingkungan kampus.

Sebagian pengemudi bahkan sempat merangsek masuk ke area kampus sambil mencari pihak yang diduga terlibat dalam pemukulan tersebut.

Dalam kericuhan itu, beberapa fasilitas kampus mengalami kerusakan, termasuk kaca jendela di lantai dasar Gedung Pinisi.Personel kepolisian dari Polrestabes Makassar kemudian dikerahkan untuk mengendalikan situasi dan mencegah kericuhan meluas.

Kapolrestabes Makassar Arya Perdana turut turun langsung ke lokasi untuk menenangkan massa ojol yang berkumpul di sekitar kampus.

“Insyaallah apa yang menjadi keinginan rekan-rekan ojol akan kami laksanakan. Kami akan memproses pelaku pemukulan dan memperbaiki motor yang dirusak,” ujar Arya di lokasi.Menurut Arya, kedatangan ratusan pengemudi ojol tidak terlepas dari solidaritas terhadap rekan mereka yang diduga menjadi korban pemukulan saat sedang bekerja mengantar pesanan.

“Kejadiannya ada rekan ojol berselisih paham dengan pengunjuk rasa karena dihalangi lewat. Motornya juga dirusak. Karena solidaritas, mereka berkumpul menuntut keadilan,” jelasnya.Ia menegaskan pihak kepolisian akan menelusuri pelaku pemukulan dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. Selain itu, kendaraan milik driver ojol yang rusak juga akan diganti agar dapat kembali digunakan untuk bekerja.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak civitas akademika Universitas Negeri Makassar terkait insiden tersebut.

Diketahui, aksi demonstrasi mahasiswa tersebut berkaitan dengan tuntutan reformasi terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia menyusul sejumlah kasus dugaan kekerasan aparat yang menimbulkan korban jiwa.