Minggu, 05 April 2026
Contact Us

Presiden Prabowo Soroti Pengamat yang Dinilai Terus Serang Pemerintah

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyoroti sejumlah pengamat yang kerap melontarkan kritik terhadap kinerja pemerintah, khususnya di bidang ekonomi. Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Dalam rapat tersebut, Presiden menanggapi pandangan beberapa pengamat yang menyebut kondisi ekonomi Indonesia sedang berada dalam situasi krisis.

Pernyataan itu muncul setelah pemaparan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyinggung adanya narasi pesimistis mengenai kondisi ekonomi nasional.

Prabowo menilai sebagian pengamat tidak objektif dalam menilai kinerja pemerintah. Ia menyebut ada pihak-pihak yang terus menyampaikan pandangan negatif terhadap capaian pemerintah.

“Ada pengamat-pengamat yang sepertinya tidak suka kalau pemerintah berhasil,” ujar Prabowo dalam rapat tersebut.

Presiden juga mengklaim memiliki informasi intelijen yang menunjukkan adanya kelompok tertentu yang diduga membiayai sejumlah pengamat untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah.

“Saya punya data intelijen. Ada kelompok yang membiayai mereka,” kata Prabowo.

Namun dalam pernyataannya, Presiden tidak menjelaskan secara rinci pihak yang dimaksud maupun bentuk dukungan yang disebutkan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyampaikan peringatan kepada pihak-pihak yang menurutnya terus menyerang pemerintah dengan narasi negatif. Ia menyebut pemerintah dapat mengambil langkah untuk menertibkan pihak-pihak tersebut apabila diperlukan.

“Kalau perlu akan kita tertibkan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian publik karena dinilai berkaitan dengan isu kebebasan berpendapat serta kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian dari mekanisme kontrol dalam sistem demokrasi.

Perdebatan mengenai kondisi ekonomi nasional belakangan memang menguat setelah beberapa ekonom menyoroti perlambatan pertumbuhan ekonomi, penurunan daya beli masyarakat, serta tekanan yang dihadapi sektor industri.

Meski demikian, pemerintah berulang kali menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi stabil di tengah dinamika ekonomi global.