MAKASSAR – Titik jenuh masyarakat terhadap aksi unjuk rasa yang melumpuhkan urat nadi transportasi Kota Makassar memuncak pada Jumat malam (24/4/2026). Blokade jalan yang dilakukan massa mahasiswa di Jalan Urip Sumoharjo berakhir ricuh setelah ratusan pengemudi ojek online (ojol) dan warga setempat melakukan aksi protes balasan. Massa ojol yang merasa ruang gerak ekonominya terhambat nekat memukul mundur demonstran guna membuka kembali akses jalan yang sempat lumpuh total sejak sore hari.
Penyampaian Aspirasi yang Mengorbankan Hak Publik
Pantauan di lokasi sekitar pukul 19.40 Wita, ketegangan pecah saat warga dan pengemudi ojol mulai kehilangan kesabaran akibat penutupan dua ruas jalan utama. Aksi saling lempar batu hingga petasan tidak terhindarkan di tengah padatnya arus kendaraan yang terjebak.
Keresahan masyarakat ini dipicu oleh kemacetan parah sepanjang lebih dari 3 kilometer yang mengular dari arah Fly Over hingga depan kantor Gubernur Sulsel. Bagi para pengemudi ojol dan kurir logistik, blokade jalan ini dianggap sangat merugikan karena menghambat mata pencaharian mereka di jam-jam sibuk.
Warga Waspada Ancaman Busur di Ruang Publik
Kericuhan ini semakin mencekam saat ancaman senjata tajam jenis busur panah muncul di tengah massa. Sejumlah pengendara yang terjebak di tengah bentrokan mengaku was-was dan terpaksa memutar balik kendaraan mereka untuk menghindari area konflik.
“Kendaraan sempat tertahan berjam-jam. Kami mendukung aspirasi, tapi kalau sampai menutup jalan total dan merugikan orang banyak yang mau pulang kerja, tentu masyarakat tidak tinggal diam,” ujar salah seorang pengendara di lokasi.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Aksi unjuk rasa yang awalnya menyuarakan tuntutan penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, ini justru bergeser menjadi konflik horizontal. Meskipun isu yang diangkat bersifat kemanusiaan, namun metode penutupan akses publik hingga malam hari dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap hak-hak warga kota lainnya untuk beraktivitas dengan aman.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas dari arah Fly Over menuju Urip Sumoharjo masih mengalami tersendat parah. Sementara arah sebaliknya perlahan mulai bisa dilalui kendaraan setelah warga bahu-membahu membuka blokade. Aparat keamanan diharapkan bertindak lebih persuasif namun tegas agar penyampaian pendapat tidak lagi mengorbankan kepentingan publik luas di Kota Makassar.


