Minggu, 05 April 2026
Contact Us

TNI Ganti Kabais Usai Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Jakarta – TNI melaksanakan serah terima jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) sebagai bagian dari langkah internal menyusul kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang diduga melibatkan anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menyatakan pergantian jabatan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban institusi atas peristiwa yang terjadi.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” ujarnya di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026).

Pada hari yang sama, TNI juga menggelar rapat bersama Kementerian Pertahanan untuk membahas langkah pembenahan internal. Rapat tersebut disebut sebagai bagian dari upaya revitalisasi organisasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan tersebut, TNI menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap prajurit yang terbukti melanggar hukum maupun disiplin.

“TNI akan menindak tegas setiap pelanggaran hukum dan disiplin yang dilakukan oleh prajurit,” kata Aulia.

Sebelumnya, Pusat Polisi Militer TNI (Puspom TNI) telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Keempatnya diketahui merupakan anggota Denma Bais TNI dari unsur Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

“Keempat yang diduga pelaku merupakan anggota Denma Bais TNI,” ujar Danpuspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto dalam konferensi pers, Rabu (18/3/2026).

Terkait proses hukum, Puspom TNI menyatakan penyidikan masih berjalan. Permintaan publik untuk membuka identitas para terduga pelaku belum dapat dipenuhi karena proses penyidikan belum selesai.

“Kami mohon menunggu sampai seluruh proses penyidikan selesai dilaksanakan,” kata Aulia.